Junior High School
THE JOURNEY OF JUNIOR HIGH SCHOOL
Cerita dimulai di malam hari, aku mendapat kabar bahwa aku diterima di Smp N 1 Sunggal. Aku sangat senang karena sekolah itu juga pernah menjadi sekolah abang dan kakakku. Pada suatu hari aku datang ke sekolah untuk ujian yang menentukan dimanakah kelasku. Sebelumnya aku ditaruh dikelas 7.8 untuk masa ospek. Setelah mengetahui hasil ujiannya ternyata aku dipindahkan ke kelas 7.9.
Disana aku bertemu dengan wajah wajah baru yang belum pernah ku liat sebelumnya, mereka berasal dari wilayah berbeda,suku berebeda,ras,agama dan golongan adat tertentu lainnya.Pada pertama kali aku meletakkan kakiku kedalam kelas yang kutau hanya teman yang sebelumnya satu Sd denganku. Lalu seisi kelas disuruh memilih tempat duduk,aku duduk di sebelah temanku Ferdianta kebetulan pada masa ospek kami sudah beberapa kali bermain bersama jadi dikelas tidak terlalu canggung, kami duduk paling belakang disitu ada Luis yang dulu adalah lawanku pada saat aku bermain futsal di Sd.
Kemudian wali kelas kami datang dia menyuruh kami untuk memperkenalkan diri satu sama lain, pada saat perkenalan ak gugup. Setelah melakukan perkenalan kami disuruh untuk mengajukan diri untuk menjadi bagian penting dikelas,seperti ketua kelas,sekretaris,bendahara,dll. Dan setelah membuang waktu yang lama dan menunjuk satu sama lain, akhirnya bu Fitri wali kelas kami menunjuk orangnya.
Yang menjadi bagian penting di kelas
yaitu:
·
Ketua kelas = Hawari
·
Sekretaris = Zihan
·
Bendahara = Noviana
Setelah mengetahui hasilnya seisi kelas lega karena bukan
dirinya yang dipilih.Setelah itu kami dipertemukan dengan beberapa guru guru
lainnya seperti guru prakarya,bahasa inggris,dll.
PADA MASA PENDERITAAN DAN KESENANGAN
Akhirnya kami sudah melaksanakan atau bisa disebut melakukan hal hal yang berbau pendidikan. Seperti piket,belajar seperti biasa,dsb.Pada masa ini pembelajaran kami ada berbagai masalah seperti penjelasan yang kurang jelas,guru hanya masuk ketika siswa membawa peralatan yang harus dibawa, menerima bentakan yang over, tapi di balik semua penderitaan itu kami bisa dapat pelajaran untuk tidak masuk ketika guru tersebut masuk pelajaran. HEHE
Seperti judulnya Masa Penderitaan Dan Kesenangan. Pada masa ini kami sudah
melewati banyak penderitaan seperti beberapa contoh yang tadi sudah
diberitahukan,namun kami juga mendapat banyak kesenangan,seperti bermain
bersama dengan teman,ke kantin,curhat,mencintai sesama manusia, dsb.
Setelah menjalani satu semester kami dipertemukan dengan beberapa tantangan seperti perselisihan,penghinaan,pembullyan,dan hal hal yang sama konteksnya dengan yang barusan disebutkan. Di masa itu aku orangnya aktif tapi hanya ke orang tertentu, seperti teman laki laki,beberapa perempuan yang akrab dengan ku,beberapa guru seperti wali kelas, guru bahasa inggris,ibu kantin,dsb.Di saat yang sama aku juga memiliki keterbatasan dalam bergaul atau bisa dibilang becanda dengan sesama,seperti aku gk bisa aktif dalam bicara dengan guru penjas,guru agama,security,dan beberapa guru lainnya.Namun aku tidak mencari apa penyebabnya aku gak bisa, melainkan aku cuek akan hal tersebut. Itu yang menyebabkan aku gugup sampai sekarang.
Di masa itu aku dan temanku menemukan permainan yaitu raket gayung. Sebenarnya permainnan kami di kelas hanya bermain guli,bermain bola,samberlang,dll. Kami dilarang bermain guli karena kami melakukan taruhan saat bermainnya ini funfact tentang permainan guli kami bermain di atas tempat penampungan kotoran manusia.oleh karna itu kami berpindah game menjadi raket gayung.Setelah bermain bersama teman teman dikelas kami memperkenalkan permainan kami ke luar kelas awalnya kami malu tapi lama kelamaaan sudah terbiasa dan malahan banyak juga yang bermain raket gayung seperti kami,
Oke raket gayung sudah dibahas sekarang permainan sepak bola. Di kelas kami hanya memiliki laki-laki cuman 7 orang. Ada aku,Luis,Kaladze,Ferdi,Agung,Nur,dan Rizky. Rizky itu tinggi kami kira dia bisa bermain bola tetapi fakta berkata lain. Kemudian kami tinggal sisa 6 orang dan masalahnya si kaladze punya penyakit tidak boleh capek, dan sekarang sisa 5 orang. Awalnya kami bermain bola hanya didalam kelas atau pada saat penjas,namun setelah perlombaan dilakukan kami kalah,namun masih ada yang mau mengajak kami bermain.
Komentar